Aksara Bea in Wonderland

My Wonderland of Words

This is the other side of me in "aksara" a.k.a "letters" with my own way, my own Wonderland, Aksara Bea

Rabu, 19 Januari 2011

BUKU : The Ghostwriter

The Ghostwriter
by Robert Harris
Copyright © Robert Harris 2007
All rights reserved

SANG PENULIS BAYANGAN
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Hak Cipta Terjemahan Indonesia: Penerbit PT. GramediaPustaka Utama, Jakarta.
Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT. GramediaPustaka Utama, Jakarta, November 2008.

The Ghostwriter
Telah difilmkan dibawah asuhan sutradara Roman Polanski.

Apa yang kau ketahui tentang ghostwriter– penulis bayangan? Bukan kata yang menakutkan sebab ia bukanlah sosok tak terlihat oleh mata awam. Ia terlihat namun tak penting bagi sebagian besar orang, tapi menduduki posisi krusial bagi sebagian kecil orang. Entahlah apa yang membuatku memilih pekerjaan ini dan aku pun mulai hidup dengannya. Awalnya aku menulis demi kesenangan pribadi dan sekarang telah menjadi bagian tak terpisahkan dariku. Aku melihat ada sekelompok orang yang memiliki sisi kehidupan unik dan aku pun menulis tentang mereka dalam sebuah buku. Aku menjadi mereka dan menulis seolah mereka menulis tentang diri mereka sendiri. Dan hasilnya buku itu mengalami pencapaian luar biasa. Kisah hidup orang yang aku tulis mengalami kesuksesan sementara aku tetap tenggelam dalam kelam tak dikenal orang. Namun,aku cukup senang menjalaninya. Beberapa penerbit besar mengajakku bekerja sama dalam penulisan beragam profil orang terkenal dengan bayaran lumayan. Aku memilih beberapa saja yang menurutku menarik. Hingga suatu hari telepon dari agen pribadiku, Rick, mengabarkan ada pekerjaan yang lebih bagus bagiku. Menulis memoar seorang politikus terkenal. Aku tidak tahu harus mengiyakan atau menolak. Aku datang pada waktu yang telah ditentukan di kantor penerbit. Aku bertemu dengan orang – orang yang memiliki hubungan profesional dengan politikus itu dan mereka mengajakku bergabung dalam tim mereka untuk membuat sebuah memoar demi mendongkrak popularitas politik mantan orang nomor satu di Inggris itu. Aku mulai ragu sebab aku tak pernah menulis memoar politik. Jangan bercanda! Bagiku memoar politik seperti sebuah bom waktu dan sangat menyakitkan. Namun, uang yang ditawarkan di balik buku memoar "panas" itu sungguh menggiurkan. Aku pun perlahan melihat ada secercah tantangan untuk menjalaninya. Agenku senang saat aku menyetujui untuk menjadi penulis bayangan bagi orang itu. Sementara Kate, perempuan yang paling dekat denganku (aku tak tahu harus memanggilnya dengan sebutan apa) seakan berusaha memperingatkanku melalui kata – katanya. Aku disuruh memikirkan lagi lelucon menjadi penulis bayangan bagi orang yang sedang dikutuk seluruh dunia karena kebijakan terorismenya yang melanggar hak asasi manusia. Tak kuhiraukan Kate dan ia pun pergi dari apartemenku tanpa pernah datang lagi. Aku tak peduli. Toh agenku, Rick, telah memberikan nominal yang menggiurkan bagiku dan ia pun menjanjikan yang lebih besar setelah buku "panas" yang kutulis ini terbit.

Aku melintasi Atlantik tanpa ragu dan tiba di New York seperti orang kurang tidur dan pucat. Kurasa udara dingin bulan Desember yang membuatku begitu. Lalu aku menaiki feri yang membawaku ke sebuah pulau, Martha's Vineyard. Aku bergidik melihat ombak beriak menepuk badan kapal. Ombak yang telah menenggelamkan Mike McAra, penulis bayangan sebelumnya bagi mantan perdana menteri Inggris itu. Desas– desus mengatakan Mike adalah orang di balik layar kesuksesan bagi pria itu saat menjabat sebagai perdana menteri Inggris. Orang yang paling dekat dan setia. Dan mati dengan mengenaskan saat ditemukan terkapar di pinggir pantai pribadi di pulau yang sedang kudatangi ini. Feri mulai merapat dan aku pun bergegas turun bersama orang – orang yang ingin segera menjejakkan kaki ke pulau itu.

Aku menginap di sebuah hotel dan dijemput keesokan paginya ke sebuah villa mewah milik seorang pengusaha yang berbaik hati meminjamkannya pada Lang, sang mantan perdana menteri yang kontroversial itu dan aku menjadi bayangan baginya. Ia orang yang ramah dan hangat. Begitu pendapat pertamaku saat berjabat tangan dengannya. Dan penyuka olahraga. Istrinya seorang wanita cerdas dan anggun, namun dingin dan angkuh. Sekretaris pribadinya, Nona Bly, begitu aku memanggilnya, seorang wanita yang sigap dan cekatan.

Aku diberikan ruang pribadi dan waktu wawancara dengan Lang untuk mengolah memoar itu menjadi buku yang patut dijual untuk popularitas. Aku pun diberikan sebuah buku memoar yang sudah ditulis oleh mendiang Mike. Aku terkaget – kaget membacanya. Banyak bagian yang tak penting dan merusak keseluruhan memoar itu sehingga menjadi membosankan sebelum selesai dibaca hingga akhir halaman. Aku pun mulai bekerja keras menyelesaikan buku itu dan mencari sumber – sumber yang kuanggap penting untuk melengkapi penulisan memoar.

Tanpa sengaja aku menemukan sebuah amplop besar yang berisikan foto – foto masa lalu Lang saat dia masih menjadi mahasiswa di Cambridge. Masa – masa awal ia mulai terjun ke dunia politik. Masa– masa awal aku mulai menemukan kejanggalan demi kejanggalan di balik penulisan buku memoar ini termasuk misteri kematian Mike McAra yang sebenarnya.

Aku bingung dan kehilangan arah. Aku kembali lagi ke New York seakan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang bisa kuajak berbicara dan diskusi mengenai semua intrik yang telah kutemukan tentang sosok Lang yang sebenarnya dan kebenaran dibalik penulisan memoarnya. Belum selesai aku memecahkan teka – teki intrik itu, Lang terkena musibah. Ia tewas dibunuh oleh seorang pemrotes. Dan aku pun kembali ke London. Kali ini agenku Rick menyuruhku untuk sesegera mungkin menyelesaikan memoar itu sebab Lang telah menjadi fenomena dari kematiannya. Ini menjadi langkah promosi yang bagus untuk penjualan buku. Sebuah pesta pun digelar untuk merayakan peluncuran buku memoar-nya sekaligus perayaan untuk mengenang kematiannya. Aku hadir di pesta itu atas ajakan Nona Bly. Penulis bayangan tak pernah hadir dalam acara peluncuran buku yang ditulisnya. Ia seolah menjadi istri simpanan di ajang pesta itu. Aku pun diberitahu oleh Nona Bly bahwa di buku pertama yang sempat ditulis oleh Mike ada teka – teki tentang permulaan – the beginnings. Bagai déjà vu, aku pun pernah diberitahu tentang hal itu. Penasaran aku membuka tiap halaman pertama di tiap bab. Kutemukan sebuah kejutan baru lagi. Dan kali ini aku merasa seperti ditampar oleh kenyataan yang ternyata begitu dekat denganku.Tanpa membuang waktu lebih lama aku pun meninggalkan pesta tanpa melihat lagi ke belakang. Tanpa peduli namaku dipanggil berulang kali oleh istri Lang dan Nona Bly. Aku membaur di tengah keramaian dan menghilang di kenyataan.

Bagiku penulis bayangan memang profesi yang cukup menyenangkan dan juga menengangkan. Aku selalu menemukan kenyataan yang lebih mengherankan dan mengejutkan seiring dengan penulisan buku yang sedang kukerjakan. Saat dihadapkan pada dua putaran jalan, antara keyakinan diri sendiri atau mengikuti yang diinginkan oleh klien seakan ada yang beradu hebat dalam hatiku. Aku tak ingin bernasib sama dengan Mike tapi aku ketakutan menghadapi kenyataan ini yang selalu mengejarku kemana pun aku pergi dan dimana pun aku berada. Kebohongan dan kepalsuan terbongkar satu per satu seiring perjalanan hari – hariku selanjutnya setelah acara pesta peluncuran buku itu. Tak bisa berkelit dan aku pun memilih melarikan diri dengan harapan bisa mengubur jauh kenyataan itu. Dunia tak akan kekurangan kehadiranku walau aku tak pernah menampakkan diri lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar